Jumat, 14 Oktober 2016


HUKUM MEMBACA USHALLI DALAM SHOLAT
sumber berbagi : Tedisobandi.blogspot.co.id

Maksud daripada “ushalli” adalah melafadhkan niat (membaca niat) sesaat sebelum takbir. Ada orang lain yang menamai ini dengan “Talaffudh binniyyat” ya’ni mengucapkan lafadh dengan lisan.
Membaca ushalli itu bukanlah niat, karena niat itu terletak di dalam hati bukan di lidah, dan pula memabaca ushaali ini terdahulu sesaat daripada takbir.

Jadi, tidak cukup kalau sembahyang hanya membaca ushalli tanpa mendatangkan niat dalam hati pada ketika takbir.
Tidak ada larangan mengucapkan niat
Di dalam kitab-kitab fiqih mazhab Syafi’I keseluruhannya dikatakan bahwa membaca ushalli sunnat, berfaedah untuk dikerjakan

Dibawah ini beberapa uraian dalam kitab-kitab fiqih mazhab Imam Syafi;I :

1. Tersebut dalam kitab “Minhaj”, karangan Imam Nawawi Raimahullah, seorang ulama besar dalam lingkungan mazhab Imam Syafi’I, yang berpangkat dengan “Mujtahid Fatwa” :

والنية بالقلب ويندب النطق قبل التكبير

Artinya : Dan niat itu dalam hati. Sunat mengucapkannya sebelum takbir (Minhaj pada bab Sifat Sembahyang)
Jadi lafadh niat yaitu “ushalli” sunat diucapkan sesaat sebelum takbir, demikian difatwakan oleh imam Nawawi Rahimahullahu.

2. Imam Ibnu Hajar al- Haitami (wafat : 974 H), pengarang kitab “Tuhfah”, yaitu syarah Minhajut Thalibin, begini berkata :

وَيَنْدُبُ النُّطْقُ) بِالْمَنْوِيِّ (قُبَيْلَ التَّكْبِيرِ) لِيُسَاعِدَ اللِّسَانُ الْقَلْبَ وَخُرُوجًا مِنْ خِلَافِ مَنْ أَوْجَبَهُ وَإِنْ شَذَّ وَقِيَاسًا عَلَى مَا يَأْتِي فِي الْحَجِّ)

Artinya :” dan sunat mengucapkan apa yang diniatkan, sesaat sebelum takbir, gunanya supaya lisan dapat menolong hati, juga karena ada orang yang mewajibkannya, ddan pula dikiaskan kepada apa yang terjadi dalam mengerjakan haji (Tuhfatul Muhtaj, Juz II, hal. 12).

Syeikh Ibnu Hajar al Haitami, seorang ulama fiqih besar dalam lingkungan mazhab syafi’I, pengarang kitab tuhfah yang terkenal mengatakan, bahwa membaca ushalli itu sunnat hukumnya, berdasarkan :

a. Supaya bacaan itu dapat menolong hati, ya’ni bacaan itu bisa dapat menyegarkan hadirnya niat kedalam hati pada ketika membaca takbir.
b. Ada ulama yang mengatakan wajib ber ushalli itu, maka kita supaya jangan berjauhan sangat dengan pendapat ulama tersebut, disunnatkan berushalli bagi kita.
c. Qiyas ya’ni dikiaskan kepada ibadat haji, dimana nabi memerintahkan agar lafadh niat itu dibaca.

3. Berkata Imam Ramli (wafat : 1004 H), pengarang kitab fiqih besar “Nihayatul Muhtaj”, begini :

وَيُنْدَبُ النُّطْقُ) بِالْمَنْوِيِّ (قُبَيْلَ التَّكْبِيرِ) لِيُسَاعِدَ اللِّسَانُ الْقَلْبَ وَلِأَنَّهُ أَبْعَدُ عَنْ الْوَسْوَاسِ وَلِلْخُرُوجِ مِنْ خِلَافِ مَنْ أَوْجَبَهُ)

Artinya :”sunat mengucapkan apa yang diniat itu (membaca ushalli) sesaat sebelum takbir, gunanya supaya lidah dapat menolong hati, untuk menjauhkan penyakit was was dan jangan terlalu jauh dari ulama yang menfatwakan wajibnya (Nihayatul Muhtaj Juz I hal 457).
Imam Ramli menambah satu unsure lagi untuk pengukuhan pembacaan ushalli, yaitu ushalli itu dapat menjauhkan was was yang mengganggu, sehingga cepat yakin yang bahwa niat itu benar-benar sudah masuk ke dalam takbir.

4. Imam Khatib Syarbaini (wafat :997 H) mengatakan dalam Mughni Al-Muhtaj, sebuah kitab fiqih mazhab syafi’I yang terkenal, begini :

وَيُنْدَبُ النُّطْقُ) بِالْمَنْوِيِّ (قُبَيْلَ التَّكْبِيرِ) لِيُسَاعِدَ اللِّسَانُ الْقَلْبَ وَلِأَنَّهُ أَبْعَدُ عَنْ الْوَسْوَاسِ)

Artinya :”dan sunat mengucapkan apa yang diniatkan sesaat sebelum takbir, gunanya supaya bacaan itu dapat menolong menyegerakan niat ke dalam hatidan juga untuk menjauhkan dari penyakit was was (Mughni Juz I hal. 150).

Beliau ini menfatwakan juga, bahwa membaca ushalli itu sunnat hukumnya, gunanya adalah untuk segera masuk niat ke dalam hati dan juga untuk menjauhkan was was.

5. Tersebut di dalam kitab fiqih “Fathul Wahab” karangan Syaikhul Islam Zakaria Al-Anshari (wafat : 926 H), begini :

Artunya :”dan sunat juga apa yang hendak diniatkan, supaya bacaan bisa menolong hati (Fathul Wahab Jilid I hal. 38).

6. Tersebut dalam kitab fiqih “Fathul Mu’in”, karangan Syaikh Zainuddin Al-Malibari, begini :

وسن نطق بمنوي قبل التكبير ليساعد اللسان القلب وخروجا من خلاف من أوجبه

Artinya :”dan sunat mengucapkan apa yang diniatkan sebelum takbir, gunanya supaya bacaan dapat menolong hati, dan supaya jangan terlalu jauh daripada fatwa orang yang berpendapat wajib mengucapkan ushalli (Fathul Mu’in Fasal Sifat Sembahyang).

Demikianlah 6 kutipan nash dari kitab-kitab fiqih mazhab syafi’I yang diakui oleh dunia islam kesyafi’iyahannya menetapkan bahwa membaca ushalli itu sunnat hukumnya, ada gunanya dan berpahla bila dikerjakan.

Kalau kita buka kitab-kitab fiqih mazhab syafi’I yang mu’tamad, semuanya menfatwakan bahwa melafadhkan niat sesaat sebelum takbir sunnat hukumnya.
Beliau-beliau itu semuanya ulama besar ikutan ummat, dan pewaris nabi dalam segala amal dan tindakannya, sehingga tidak masuk akal lagi bahwa beliau-beliau akan khilaf berfatwa.


                            EFEK NEGATIF SERING MEMBENTAK ANAK

Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ella Yulaelawati mewanti-wanti para orangtua untuk tidak terbiasa membentak anak. Saran tersebut juga ditujukan kepada para pendidik di PAUD.

Pasalnya, sekali membentak akan berakibat fatal terhadap perkembangan otak anak. 

1. Bahaya membentak anak karena memusnahkan sel otak anak

Karena bentakan atau perkataan yang kasar dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga.
Dan bahkan sebuah pukulan atau cubitan yang disertai dengan bentakan maka akan membunuh lebih dari bermilyar-milyar sel otak saat itu juga.

Akan tetapi sebaliknya, dengan 1 pujian, kehangatan pelukan dan kasih sayang maka akan membangun dengan sangat baik bibit kecerdasan seorang anak... yang membuat perkembangan otak anak yang sangat cepat.

Hasil penelitian dari seorang yang bernama Lise Gliot, dia berkesimpulan bahwa pada anak yang masih dalam pertumbuhan, terutama pada masa “golden age” yaitu pada umur 2-3 tahun.

Suara hanya cenderung lebih keras, maka sudah menjadi masalah... 

Lise Gliot menjelaskan bahwa suara yang keras dan bentakan yang keluar dari orang tua dapat merusak atau menggugurkan sel otak anak yang sedang tumbuh. 

Sedangkan ketika sang ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui anaknya, maka rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliotini ini, dengan melakukan penelitian pada objeknya yaitu anaknya sendiri.

Dia berinisiatif memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer, dengan begitu akan terlihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya.

Dan dia menyatakan bahwa hasilnya sangat luar biasa, saat sang anak menyusui sang anak maka akan terbentuk rangkaian indah pada sel otak anak.

Namun ketika dia terkejut ketika ada suara yang sedikit keras, maka rangkaian indah sel otak yang menggelembung seperti balon tersebut pecah berantakan, dan kemudian juga terjadi perubahan warna. 
Dari penelitian yang dilakukan Lise Gilot ini menjelaskan bahwa pengaruh marah dan bentakan pada anak akan sangat mempengaruhi perkembangan sel otak anak.

Bahaya, apabila hal tersebut dilakukan secara sering bahkan tidak terkendali, maka dapat berpotensi besar untuk mengganggu struktur otak anak itu sendiri.

Hati-hati ketika ingin memarahi anak...

Sang peneliti Lise Gilot memberikan nasihat bahwa kita harus berhati-hati dalam memarahi sang anak.
Dan tidak hanya itu saja, hal itu juga akan mengganggu fungsi organ-organ penting di dalam tubuh seperti hati, jantung dan yang lainnya.

Adapun efek dari kerusakan pada sel-sel otak karena bentakan akan lebih besar pengaruhnya pada anak-anak, pada remaja dan orang dewasa juga berpotensi mengalami kerusakan, tetapi tidak sebesar dengan yang disertai oleh anak-anak.

Bentakan kepada sang anak akan mengakibatkan hal yang fatal, efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya (masa kecilnya)....

...orang-orang tersebut akan lebih banyak melamun, dan juga lambat dalam memahami sesuatu
Kemudian juga biasanya akan mudah untuk meluapkan rasa marah, panik dan sedih. Mereka biasanya akan seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup...

Hal ini karena kesulitan dalam memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Dan itu semua adalah akibat dari sedikitnya sel-sel otak yang aktif dari yang seharusnya.

2. Karena dibentak, jantung anak bisa kelelahan

Menurut penjelasan dr Godeliva Maria Silvia Merry, M.Si, dokter yang juga pengajar di UKDW, Yogyakarta, dia menjelaskan bahwa denyut nadi seseorang dapat berubah-ubah yang tergantung dari suara yang didengar.

Sehingga, apabila orang tua “hobi” membentak anak dengan nada tinggi, maka dr Silvia menjelaskan bahwa anak jika terus-terusan terpapar dengan suara bernada kasar dan tinggi...

...mengakibatkan organ jantung sang anak akan sering berdetak dengan sangat cepat (abnormal), yang menyebabkan jantung menjadi mudah kelelahan.

Bahaya yang sama juga bisa terjadi pada orang yang sering mendengarkan musik berirama cepat.

3. Anak akan tumbul menjadi pribadi yang emosional

Ketika sering dibentak, anak akan meniru hal yang “diterimanya” itu dalam kehidupan sehari-harinya. 
Dimana Anak akan tumbuh menjadi sosok yang mudah marah, sulit mengendalikan diri, emosional, dan suka teriak-teriak. 

Karena tindak kekerasan baik itu verbal maupun non verbal berdampak buruk pada psikologi sang anak.

4. Tingkat kepercayaan anak kepada orang tua menurun

Dimana orang tua kerap dijadikan panutan bagi sang anak pada umumnya, sehingga kebiasaan orang tua akan ditiru sangat anak, termasuk kebiasaan berbicara dengan nada yang kasar dan tinggi.

Memarahi anak di depan teman-temannya, hal ini tentu bisa mempertaruhkan harga diri sang anak ketika berada di tengah lingkungan pertemanan atau lingkungan bermainnya.

Sehingga hal ini dapat mengakibatkan tingkat kepercayaan anak kepada orang tuanya menjadi turun. Alhasil segala petuah / nasehat dari orang tua nantinya hanya dianggap sebelah mata oleh sang anak.

5. Anak menjadi depresi

Membentak anak yang beranjak remaja juga merupakan hal yang tidak baik.

Remaja berusia 13 tahun yang sering dibentak oleh orang tuanya memperlihatkan lebih banyak gejala depresi dibandingkan dengan teman seumurannya yang tidak mendapatkan hal kurang baik itu.

Permasalahan seperti ini dikemukakan sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Child Development.

Salah satu poin disebutkan, yaitu alih-alih orang tua “berniat baik” untuk memperbaiki perilaku sang remaja, tetapi dengan cara diteriaki, dihina dan dibentak oleh si orang tua, maka hal ini justru membuat perilaku sang remaja masalah tambah buruk.

6. Kesulitan menjadi pendengar yang baik

Supaya anak nantinya tumbuh menjadi pribadi sebagai pendengar yang baik, maka sang anak perlu tumbuh di lingkungan yang membuatnya dapat berpikir positif.

Ketika orang tua berbicara dengan nada tinggi alias membentak, justru dapat mengakibatkan anak terganggu perkembangannya dan mengalami pada gangguan pendengaran.

Selain masalah pendengaran, juga masalah hati yang "terluka" karena sang anak menerima perlakuan buruk, alhasil anak akan kesulitan untuk tumbuh menjadi pendengat yang baik.

7. Anak kehilangan inisiatif karena takut salah

Anak yang sering dibentak dan dimarahi, apalagi dimarahi secara membabi buta, maka bisa beresiko menjadi diri anak kesulitan dalam melakukan suatu inisiatif.

Hal itu karena di dalam jiwa sang anak tertanam perasaan takut salah karena sering dibentak. Sehingga anak akan minim sekali dan kesulitan untuk bisa melakukan inisiatif.


sumber : infokemendikbud.com

Kamis, 13 Oktober 2016


KISAH SANG RASUL
راحت  الاطيار  تشدوا  في  ليالي  المولد
وبريق  النور   يبدوا  من  معاني  احمد 
في  ليالي  المولد
*Abdullah nama ayahnya....Aminah ibundanya
Abdul Mutholib kakeknya ....abu Thalib pamannya
Khadijah istri setia .... Fatimah putri tercinta
Semua bernasab mulia dari Quraisy ternama
Inilah kisah sang Rasul   yang penuh suka duka  (2X)

*Dua bulan di kandungan wafat ayahandanya
Tahun Gajah dilahirkan, yatim dengan kakeknya
Sesuai adat yang ada disusui Halimah
Enam tahun usianya wafat ibu tercinta
Inilah kisah sang Rasul  yang penuh suka duka (2X)
   
*Delapan tahun usia kakek meninggalkannya
Abu Thalib pun menjaga paman paling membela
Saat kecil mengembala, dagang saat remaja
Umur dua puluh lima memperistri Khadijah
Inilah kisah sang Rasul  yang penuh suka duka (2X)

*Di umur ke tiga puluh mempersatukan bangsa
Saat peletakan  batu Hajar Aswad mulia
Genap empat puluh tahun mendapatkan Isyaroh
Ia pun menjadi rasul akhir para ambiyah
Inilah kisah sang rasul  yang penuh suka duka (2X)

Karya, Habibana Rizieq Shihab



سعدالدين التفتازاني  المسعودي



KEUTAMAAN SHOLAWAT
Dalam Kitab As-Safinah Al-Qadiriyah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman berselawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al-Anwar. Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan berselawat kepada Nabi. Menurutnya, “Membaca selawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba:
1. Berselawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
2. Berselawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang berselawat kepada Nabi.
3. Berselawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang berselawat kepada Nabi.
4. Mendapat balasan 10 kali lipat selawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap selawat yang kita     ucapkan.
5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca selawat 10 tingkat lebih tinggi..
6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
9. Selawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
10. Selawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
11. Selawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
12. Selawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
13. Nilai selawat sama dengan nilai sedekah.
14. Selawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan selawat balasan.
15. Selawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
16. Terpenuhinya segala keinginan.
17. Selawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
18. Selawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
19. Selawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan selawat balasan.
20. Selawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
21. Selawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
22. Selawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
23. Selawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika selawat dibacakan.
24. Selawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca selawat ketika namanya disebutkan.
25. Selawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
26. Selawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
27. Selawat adalah penyempurna pahala dari sebuah percakapan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan membaca selawat kepada Rasul-Nya.
28. Selawat adalah faktor yang dapat menyelematkan seorang hamba ketika berada di atas jembatan menuju surga.
29. Selawat menghapus status sebagai pembenci selawat.
30. Selawat adalah alasan bagi Allah untuk mengumumkan pujian baiknya kepada pembaca selawat tersebut di hadapan semua makhluk, baik di bumi maupun di langit.
31. Selawat dapat mendatangkan rahmat Allah.
32. Selawat dapat mendatangkan berkah.
33. Selawat dapat melanggengkan dan mempertebal cinta kepada Rasulullah SAW dimana cinta ini merupakan simpul pokok keimanan.Dan, keimanan seseorang belum sempurna tanpa adanya cinta kepada Nabi.
34. Selawat dapat memikat hati Rasulullah agar mencintai dirinya.
35. Selawat mendatangkan hidayah dan menghidupkan hati yang telah mati.
36. Selawat adalah syarat agar nama pembacanya disebut-sebut di hadapan Rasulullah SAW.
37. Selawat dapat memantapkan iman dan Islam serta membacanya sama dengan memberi hak yang layak diterima oleh Rasulullah SAW.
38. Selawat merupakan bentuk syukur kita atas segala nikmat dari Allah SWT.
39. Bacaan selawat mengandung dzikir, syukur dan pengakuan atas nikmat Allah SWT.
40. Selawat yang dibaca seorang hamba adalah bentuk doa dan permohonan kepada Allah, terkadang doa itu dipersembahkan kepada Nabi SAW dan tak jarang pula untuk dirinya sendiri, karena selawat dapat mendatangkan tambahan pahala.
41. Selawat adalah buah yang paling manis dan faedah paling utama yang dapat didatangkan dari pembacaan selawat atas Nabi adalah melekatnya gambaran seorang Nabi yang mulia di dalam jiwa pembacanya.
42. Memperbanyak bacaan selawat atas Nabi SAW menjadikan dirinya satu tingkatan dengan derajat seorang Syekh Murabbi (guru spiritual).
                                                                                   

                                                                                    Dikutip dari rekan Medsos G+ , oleh :

                                                                                           سعدالدين التفتازاني المسعود

3 ulama yang memprediksi kemerdekaan Indonesia

Muslimedianews.com ~ Ulama Indonesia, jauh sebelum 17 Agustus 1945 sudah memprediksikan negeri ini akan mengalami gangguan dan akhirnya mampu meraih kemerdekaan. Gangguan terhadap harkat dan martabat bangsa ini, tak lain untuk menguji semangat persatuan dan kesatuan. Tanpa adanya lawan yang merampas marwah bangsa Indonesia, maka persatuan sangat sulit diciptakan.

Namun dengan hadirnya penjajah, maka seluruh warga bangsa merasa memiliki dan meminta kembali hak pribumi. Oleh para ulama, masyarakat yang beragama Islam diajak melakukan serangkaian mujahadah, istighatsah, tirakat dan doa bersama agar Indonesia selamat dari penjajahan dan bisa merdeka.

Dari kisah para ulama terdahulu, ada banyak cerita menarik tentang penjajahan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Salah satunya adalah tiga orang ulama yang sudah memberikan isyarat tentang kondisi Indonesai jauh-jauh hari sebelum diserang Belanda, Jepang dan merdeka. Kisah ini dijelaskan oleh Zainul Milal Bizawie dalam bukunya “Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama Santri 1830-1945”.

1.      KH. Abdus Syakur Senori Tuban (W. 1359 H/1940 M)

Kiai Syakur dikenal sebagai teman akrab KH. Hasyim Asy’ari yang memiliki ilmu kasyf. Dengan ilmu yang dimilikinya, Mbah Syakur membuat sya’ir tentang kedatangan tentara Jepang dan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 M/1365 H. Padahal lima tahun sebelum merdeka, Mbah Syakur sudah wafat. Syair karya Mbah Syakur adalah:

أَرِّخِ الْيَفَا فِيْ غِشِسَا * صَفَرٍ فَكِلْ بِالْوَاحِدِ
بِقِتَالِهِمْ وَسُيُوْفِهِمْ * وَلَجَجِهِمْ وَتَعَانُدِ
وَفِيْ رَجَبٍ تَرَى عَجَبًا * وَفِي الشَّهْرِ الَّذِيْ بَعْدَهْ
وَفِيْ رَمَضَانَ هَمْهَمَةْ * وَهَدَّةْ بَعْدَهُ هَدَّةْ
وَفِيْ شَوَّالْ يَشُوْلُ الْقَوْمْ * وَيَسْكُنُ فِيْ ذَوِيْ الْقَعْدَةْ
وَفِيْهَا يَخْرُجُ الْهَادِيْ * إِمَامُ الْحَقِّ لَا بَعْدَهْ

“Tarikhkanlah bahwa Jepang akan menjinakkan Nusantara pada tahun ghisy-syisa. (Jika dihitung dengan hisabul jummal adalah 1361 H/1942 M). Ia sebagai kolonial yang menyengsarakan bangsa Indonesia. Silih berganti, peperangan, adu senjata dan perihnya mengarungi samudera. Ketika bulan Rajab (1365 H/Juni 1945) telah terjadi keajaiban, kemudian semakin lumpuh pada bulan Sya’ban (Juli 1945). Kemudian pada bulan Ramadhan (17 Agustus 1945) datanglah masa gembira ria (Proklamasi) bagi bangsa Indonesia. Dan pada bulan Syawal (September 1945), penderitaan Nusantara semakin membaik.  Posisi Indonesia semakin tenang dengan kemerdekaannya pada bulan Dzul Qa’dah (Oktober 1945). Di bulan inilah Allah menampilkan sosok pemimpin yang dapat mengayomi masyarakatnya (Soekarno), seorang pemimpin sejati yang tidak ada duanya.”

2.      Syaikh Ibrahim bin Husain Buengcala Kuta Baro Aceh

Pada tahun 1288 H/1871 M, Syaikh Ibrahim menyatakan: “Negeri di bawah angi (Nusantara) istimewanya akan lepas daripada tangan Holanda (Belanda), sesudah China bangsa lukid (mata sipit, maksudnya bangsa Jepang). Maka Insya Allah ta’ala pada tahun 1365 H (1945 M) lahir satu keajaan yang adil dan bijaksana dinamakan al-Jumhuriyah al-Indunisiyah yang sah”. Kalimat ini dinyatakan 71 tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Tentunya Syaikh Ibrahim memberikan isyarat kepada masyarakat Aceh agar menghormati proses perjuangan bangsa hingga meraih kemerdekaan dengan sempurna.

3.      KH. Chasbullah Sa’id Jombang (Ayahanda KH. Abdul Wahab Chasbullah)

Setelah melakukan tirakat dan riyadhah yang cukup panjang, Mbah Chasbullah meninggalkan tulisan pendek yang ditutupi dengan kain satir di menara Masjid Pondok Induk (Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang). Menjelang wafatnya, Mbah Chasbullan memberikan pesan pada salah seorang santrinya: “Lek misale aku mati, omongno nang Wahab kongkon buka tulisan nak menara tahun 1948 (Kalau misalnya aku sudah meninggal, katakan pada Wahab untuk membuka tulisan di menara tahun 1948)”. Setelah menyampaikan pesan itu, beberapa bulan kemudian Mbah Chasbullah wafat.

Maka sesuai dengan pesan ayahnya, KH. Abdul Wahab Chasbullah membuka isi pesan itu pada 1948. Proses membuka isi pesan itu diiringi dengan pembacaan shalawat Burdah yang diikuti juga oleh segenap santrinya. Ternyata isi pesan Mbah Chasbullah sangat singkat, yakni tulisan: حر تم  (hurrun tammun, artinya kemerdekaan yang sempurna). Dan ternyata tahun 1948, kemerdekaan Indonesia sudah diakui oleh dunia dan agresi militer Belanda juga sudah sukses dipukul mundur.

Usaha riyadhah dan tirakat dalam mendukung kemerdekaan sejati itu selalu dilakukan oleh Mbah Chasbullah dengan menyuruh santrinya i’tikaf dan membaca amalan shalawat Burdah selama sehari penuh. Sedangkan Mbah Chasbullah memilih berdoa dan riyadhah di rumahnya dengan khusyu’ penuh harapan.

Tiga sosok ulama yang memiliki ilmu kasyaf ini patut untuk dijadikan ‘ibrah bahwa para kiai sangat peduli dalam proses perjuangan bangsa Indonesia. Karena ilmu yang dimiliki oleh kiai lebih banyak agama, maka proses keagamaan itu yang menjadi dominan dilakukan. Semangat dalam membaca tanda alam dan isyarat dari Allah itulah yang selalu diasah. Sehingga wajar bila para kiai sudah memberikan prediksi tentang kondisi bangsa ini jauh hari sebelum kemerdekaan.

Sebagai anak bangsa yang sudah menerima kemerdekaan, tentunya patut menghargai usaha para pendahulu yang telah berjuang untuk bangsa ini. Kemerdekaan dan kebahagiaan hidup dalam suasana Indonesia semacam ini membuat hidup tenang dan bebas beraktivitas apapun. Maka sudah sewajarnya kemerdekaan ini diisi dengan hal positif dari memperkuat persatuan bangsa, memperluas wawasan Nusantara, menambah ilmu pengetahuan dan menjaga tumpah darah dengan segenap cinta bangsa. (M. Rikza Chamami, Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang & Dosen UIN Walisongo Semarang).


Kunjungi www.facebook.com/muslimedianews Sumber MMN: http://www.muslimedianews.com/2016/10/tiga-ulama-yang-memprediksi-kemerdekaan.html#ixzz4Mx9XBygk